Kamis, 04 September 2014

BELAJARLAH MENGGUNAKAN PIKIRAN ANDA
Yang ingin saya kemukakan adalah waspadailah pikiran anda ?
Pasti anda bertanya kenapa ?. pertanyaan ini akan keluar dengan sendirinya secara spontan, kenapa kita mesti mewaspadai pikiran kita toh akal sebagai prosesor dimana pikiran kita dihasilkan adalah merupakan anugerah yang diberikan khusus Tuhan untuk hambanya manusia dan seharusnya sebagai wujud syukur kita maka prosesor itu haruslah gunakan sebagaimana mestinya. Ada sebuah kalimat motifasi yang berbunyi “kita adalah apa yang kita pikirkan”, orang kaya menjadi sukses dan kayak arena dia berpikir kaya, dan sadar atau tidak sadar orang menjadi miskin karena itulah yang dia pikirkan.
Pranowo Raharjo mengatakan dalam bukunya “Manajemen Potensi Diri “ bahwa pikiran terdiri dari dua bagian yaitu pikiran bawah sadar dan pikiran sadar, kebiasaan dan spontanitas adalah hasil daripikiran bawah sadar kita.
Nah, diantara dua definisi pikiran yang dikemukakan oleh Pranowo Raharjo diatas pikiran manakah yang perlu kita waspadai ? yuph …. benar sekali, pikiran bawah sadarlah yang perlu kita waspadai sebab pikiran ini dibentuk berdasarkan apa yang kita dengar, apa yang kita alami dan apa yang kita lihat.
Tiga hal tersebut diatas perlu kita waspadai, sadar atau tidak sadar ketika kita mengalami ketiga hal tersebut maka otak kita akan merekam kejadian tersebut dan disimpan dalam bilik memori kita sehingga suatu ketika akan dihasilkan oleh kita sebagai tindakan nyata, bahanya jika pikiran kita tersebut dikeluarkan secara spontan dan tidak mengalami pendauran oleh akal maka pikiran tersebut bisa saja berdampak negative pada diri kita.
Saya mengambil pemisalan begini, seorang gadis sangat menggandrungi filim – filim bolywood yang dibintangi artis kesayangannya (baca idola), semua seri filim bolywood yang dibintangi oleh artis tersebut mesti ditonton seluruh olehnya dan tak boleh satupun dilewatkannya. Begitu saking cintannya sama artis tersebut maka hal ini dibawah kealam sadarnya untuk menentukan standar ciri lelaki yang akan mendampingi hidupnya. Hasil dari pikiran ini bisa saja berdampak negative bagi diri gadis tersebut apabila realitanya lelaki yang diidamkan seperti idolanya tersebut tak kunjung ditemukan. “ kira – kira gelo gak ya ??? …
Heemmm …. Yuphs, mari kita kembali ke leptop.
Jadi pengalaman apapun itu baik berasal dari apa yang kita dengar, apa yang kita alami dan apa yang kita saksikan maka mesti kita pelajari untuk mengambil hikmah dari tiap kejadian tersebut sehingga kita dapat melihat sisi positif dan negative dari pengalaman tersebut. Dan barulah hasil tersebut di simpan pada memori akal kita, jadi pengalaman yang sudah kita daur tersebut menghasilkan pikiran sadar kita.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar